Sampah yang di Buang ke Sungai Akan Menyumbat Aliran Sungai

          Sungai kini telah beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat pembuangan limbah. Sebagian besar sampah masyarakat adalah sampah anorganik dan sampah rumah tangga. Hal ini menyebabkan sungai menjadi kotor, bau, dan tidak dapat dimanfaatkan lagi untuk kehidupan sehari-hari.
          Salah satu akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya banjir adalah perbuatan manusia yang membuang sampah ke sungai. Sampah yang dibuang ke sungai terutama sampah anorganik mengakibatkan aliran sungai tersumbat. Belum lagi, para manusia yang tidak bertanggung jawab membangun rumah di bantaran sungai, sehingga air dapat meluap ke permukiman karena sempitnya luas sungai untuk aliran air.
          Mereka para manusia yang selalu membuang sampah ke sungai tidak pernah memikirkan dampak yang akan terjadi karena perbuatan yang mereka lakukan. Seharusnya mereka sadar bahwa sebenarnya jika mereka memelihara lingkungan terutama sungai, maka itu akan memberikan dampak positif dan kenyamanan tersendiri bagi mereka.
          Kira-kira hampir 70% manusia yang acuh terhadap sampah, walaupun sudah mendapat himbauan dari pemerintah untuk tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. Masyarakat tidak bergikir logis bahwa membuang sampah ke aliran sungai merupakan hal yang negatif bagi kesehatan dan juga lingkungan sekitar.
          Pemerintah telah mengupayakan berbagai cara agar masyarakat tidak membuang sampah ke dalam sungai, tetapi kebiasaan membuang sampah sembarangan ke dalam sungai telah tertanam di benak orang Indonesia sejak masih usia dini. Parah lagi kebiasaan tersebut oleh orang dan sebagian besar masyarakat kita tidak dianggap sebagai suatu hal yang salah. Sampah tertumpuk di sungai akan menyumbat aliran air dan dengan hanya sedikit curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya atau air kiriman dari daerah yang lebih tinggi, banjir sudah tidak dapat terelakan lagi. Yang disalahkan pasti pemerintah yang tidak becus.
          Sekedar menyebut sebagai contoh yang terjadi di Jakarta, 17 Januari 2013 lalu. Debit air di Kanal Banjir Barat, khususnya Manggarai dan Karet, sangat tinggi di banding hujan pada tahun-tahun sebelumnya. Sebabnya, curah hujan di Katulampa pada hari sebelum banjir Januari 2013 hanya 107 mm, jauh lebih rendah dibanding curah hujan saat banjir 2007 yang mencapai 409 mm. Hasil simulasi penelitian mengungkapkan bahwa tingginya debit air yang mencapai 180 meter kubik per detik dan ketinggian air di Manggarai dan Karet disebabkan oleh sampah yang menyumbat aliran sungai. Sampah menutup tiga dari empat pintu air di Karet. Analisi penelitian menyebut bahwa bila saja sampah tidak menyumbat tiga dari empat pintu air di Karet, ketinggian air tidak akan lebih dari 6 meter.
          Kita sebagai manusia yang memiliki derajat paling tinggi diantara mahluk hidup yang lain seharusnya memiliki kesadaran dan tanggung jawab dari diri sendiri terhadap lingkungan kita. Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan karena hal itu akan membawa dampak negative bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan lingkungan yang bersih, maka hdup kita juga tentu akan terasa lebih nyaman. Bumi ini adalah tempat tinggal kita,kita harus menjaganya sebaik mungkin agar anak dan cucu kita juga bisa menikmati keindahan bumi.

Oleh : Ambar Listyaningsih (X IPS 3/02)

Komentar